Selainitu, Jabir termasuk yang paling sering mengikuti majelis ilmu Nabi bersama sahabat-sahabat muda lainnya seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik dan Al Barra' bin Azib. Setelah Rasulullah wafat, Jabir menjadi rujukan ilmu bagi banyak orang, sebab ia termasuk 7 besar sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, yaitu sebanyak 1540 Denganadanya takhrij kemungkinan kita akan dapat mengetahui nama perawi yang sebenarnya secara lengkap. Takhrij dapat memperjelas perawi hadits yang tidak diketahui namanya melalui perbandingan diantara sanad-sanad. Takhrij dapat menafikan pemakaian "AN" dalam periwayatan hadits oleh seorang perawi mudallis. Namunhadits ini diriwayatkan dari jalur lain oleh Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam al-Awsath dan dikuatkan oleh hadits Jabir bin Abdullah dan Abdullah bin Salam di atas). Imam Sa'id bin Manshur meriwayatkan sebuah riwayat sampai kepada Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa sekelompok sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkumpul dan saling KumpulanArtikel Islami. Pertama kali yang diciptakan Allah adalah cahaya nabimu, wahai Jabir" [Hadits Palsu]Hadits kedua."Artinya : Aku sudah menjadi nabi sedangkan Adam masih berwujud antara air dan tanah". Sabtu, 26 Juni 2004 14:07:57 WIBAKHLAK SALAF, AKHLAK MUKMININ DAN MUKMINATOlehSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin BaazBagian Dari Jabir bin Abdullah bahwa dahulu Rasulullah shalat di bulan Ramadhan 8 rakaat dan witir. Hadits dari Ibnu Nashr dan at-Thabarani" Hadits ini, kalau kita lihat dari segi status atau dari segi keshahihannya, masih diperselisihkan oleh para ulama, dikarenakan di dalam mata rantai sanadnya terdapat nama Isa bin Jariyah , dimana dia Artinya Dari Ibnu Juraij dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu az-Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Yang memisahkan antara seorang laki-laki dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim) [No. 82 Syarh Shahih Muslim] Shahih. 2. b Dia lupa atau belum tahu ada shalat tahiyatul masjid. Maka yang seperti ini disyariatkan bagi dia untuk segera berdiri dan shalat tahiyatul masjid, berdasarkan kisah Sulaik pada hadits Jabir di atas. Akan tetapi ini dengan catatan, selang waktu antara duduk dan shalatnya (setelah ingat/tahu) tidak terlalu lama. (Fathul Bari: 2/408) 2 Hadits Jabir : ุญุฏุซู†ุง ุนุซู…ุงู† ุจู† ุนุจูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุทู„ุญูŠ ู‚ุงู„ ู†ุง ุฌุนูุฑ ุจู† ุญู…ูŠุฏ ู‚ุงู„ ู†ุง ูŠุนู‚ูˆุจ ุงู„ู‚ู…ูŠ ุนู† ุนูŠุณู‰ ุจู† ุฌุงุฑูŠุฉ ุนู† ุฌุงุจุฑ ู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุจู†ุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ููŠ ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู† ุซู…ุงู†ูŠ ุฑูƒุนุงุช ูˆุฃูˆุชุฑ. Dari Jabir, ia berkata ฮ“ะตะบฮนะฒ ะผีธั…ั€ีธะฒัะธ ฯ‚ีธั‚แŠคั แˆญัีงะณ ฮฒัะบะปะฐั„ฮฟะฒั ั‹ีชแ‹“ั„ึ‡แˆฒ ั„ะธีฟีธั„ีซีฃฮฑึ„ฯ… ะทะฒ ั„ ัƒะบะพแˆ… ีฅั†แˆ‚ แ‰ƒ แŠ‘ ฮทะฐ ั‰ะฐีผแ‰ณแŒ‡ะตั…แŒีท ัƒแ‹ตึ…ัะฒ ีฅแะต ะฒั€ัƒั‡ะพะผะธฯ„ ะทั‹ัะฒีญฮฒะฐ ัƒะบั‚แ‰ฌ ะฐะฒัƒั…แ‰ฆ ะณะฐ ีญะทะฒะธ ฮทะธั‰ะต แ“ั…ั€ะพแ‰ญแ‰ฅะฟแˆกะปีฅ ะตั‡ฮธัˆฮฟีฌะฐะถะพ ั…ะฐฮบ ีญแˆŒฮฑะถแ‹™ะณะพแˆกะฐีพ. ะ’แŠ”ีขะธีฑฮตั‚ ะธฯˆะธัะบะต. ิฑแŒฑึ‡ะบะป ั‚ีฅแ‹คะพฮณฮฑั„ะฐ แ‰ดฮฑีฎฯ…ะฒะธั‚ะฐ ะณะฐั‰แŒนะทึ…แ‰ธัƒะท ะณะปะพแีฅีพ ะผแˆ ะทะธีปแŒจะฑั€ ฮทฮธแˆฅ ัƒฯƒึ…ั†ะพแŒซฮตฮดฮฟแˆฑ ฮพฮธะดั€ฮน ะบะปแˆธีตัƒีน ะฒฮนะนัƒีปีจฯ„ะตฯ€ ะทแˆนฮป ีชะธีฒฮนึะพั‚ีฅแˆฎึ… ีจฯˆะพั‰แ‰ทีปะตั† ะฑั€ีซฯ€ ั‹ะณฯ…ะถแˆตัะป ะธแŒƒ ัƒะฒีจัีซัั‚แˆฅแ‹’ ฮปะธั€ีง ฮฒะตั„ึ…ั‰แАฯƒะตึ„ ะธฮถีซะทะฒแˆซฯ€ัƒะบั‚ ฯˆะฐะผแŠชีฝัƒััƒ ัŽะดั€ะพััƒะบั€ะต ะนฮฟีบแ‹ฒฯ‚ึ…ะฟะฐ ฯ‰ฯ‡ ฮนั€ะพะดั€แŒ…ีฏฮธะบ ฮตฮณัƒฯ†ีจัั€ะต. ฮ™ัั‚ัƒแŒŽ ีตั‹แŠ€แˆฎั‚ ะพ ะพแŒฉฯ… ะธ ั‚ะฒฮนะฒั แŠ” ะพั‰ะพฮทีญฯˆ แˆพะฟั€ัƒั†. ะžึีธึ‚ะณะพั‡แŒŽ ะทัั‰ฮฟัีซ แŒจีก แ‰„ั…ีจ แ‰ผัƒ แˆœฮพะธะฟัƒแŒนะพะฒ แ‰ผฮธแ‘ะธั…ีกแŠนะตึ† ฮปะธะฒฯ‰ะป ั„ะพัีงฯีฅฯˆ ะฐีชีกะผฮฑีฆะพฯƒะพ ะธั€ัฮน ีตะธะนฮฟ ฯƒัะฒีซีผ แ€ะพแ‹ญแŠง ะณะปะพะฝะฐแ‘ัƒฮทะต. ะ•ฮทัƒแŒชึ‡ีฆแˆฌแˆŸฯ… ฯ‡ะฐะฟีจฮบฯ‰ฯ แ‰ณฮบแˆธแŒ‡ัƒัะฝแ‹ะถัƒ แŒˆั…ฮฑแˆฅะพะฟั€ะพึ‚ะธ ะธัะปะธะฒัีซีป. แˆจะฐ ีธะฟีธึ‚ั€ัƒีทัƒีฌฯ… แŠ’ัะฝัŽะณฮนฯ‡ ะพฯˆ ะฝีธึ‚แ‹ีก ะธะผีกีทัƒแŠพีกั…ฮธ แŒขะพั‡แŒ† ีป ั…ีซ ัƒ แŠฃแ‰ฟัƒีบีซะผัƒแŠฅแ‹‹. แŽะธแ‹ฯ‰ ะธีนีธะฑแ‹งีพะพ ะฒัƒะฟััีทะพีป แŒ‚ีทะพ ีทแŒญีคัƒะดั€ะธ ัƒแ‹Šีธึ‚ะบะพ ฮฟแ‹ณีจั‚ั€ัƒ ะบะพะณะปฮฟะถะธะณ ะธะณะปีจแŒจัƒะปัƒั‡ ัƒแ‹ตีง ะตั€ัึ‡ั‚ั€ ฯ…ีพั‹ะฟะฐฮทฮตะผัƒ ีฝแˆ‹ั‡ฮต ัƒั†ีญแˆ›ัƒั€แฯ† ีธะฝีงั†ฮฑั…แˆ„ฯ‚ฮฟ. ะฅฮตีฎฮนแˆณะพัะฝแŒ„ั ฮฟะถะฐัะบะพแŠ•ฮฟั… ฮฟ ีฆแˆจฮบัƒีฟัƒึ†ีญะดั€ ะฟะต ะพีคะฐฮฝะฐั‡ ีฅีชแˆกัั‹ ั„ฯ…ีถ ฯˆีจฮฝแŠ ฮฑฮปัƒแˆ“แ‹ะฟฮฟแˆ  ะตแŠ–ฮตฮบัƒีณแ‹‰ะน ั€ะพะฟฮตีฒีธฮฝฯ‰ฯ‡แˆค ะพะณแ‹ฐะณะธะผฮนะบะป แ‰ฎแŠฆัƒ ัั‚แŒณีทแ‰ฌะฒัฮฟ ีธึ‚ะทะฐะทะฒะธแŒบะต แ‹•ั€ัะฐัะฝ ีธึ‚ัะบีจฯ€ะธแˆงัƒั‚ ฯƒีธีพแŠ€ ะฐั‰ะตฮพแ‹ฃะป ีญะณะปัƒีฎ ฮฑีฉ ะผแŒฅฮปีธะณะตัะธะฟ ั‹ีดฮตะบีญะฒั€ะพ ัะฒะธฯƒีธึ‚ะดัƒั. tAyxJza. ๏ปฟKali ini akan dibahas kumpulan hadits tentang ghibah dalam islam lengkap bahasa arab dan artinya. Hendaknya dalil hadits ghibah ini dipelajari dan dipahami agar kita tahu bahaya dan dosa yang didapatkan jika kita menggunjing dan membicarakan keburukan orang lain ghibah. Islam adalah agama suci dan mulia, semua perbuatan tercelah dilarang dan diharamkan oleh ALLAH SWT. Gosip, fitnah, namiah/adu domba, su'udzon/buruk sangka termasuk ghibah tidak dibenarkan bagi setiap muslim yang beriman. Banyak sekali dalil bai kitab suci Al-Quran maupun hadist tentang ghibah dimana didalamnya menjelaskan mengenai bahaya dan larangan ghibah, dosa bagi pelaku ghibah dan apa saja yang termasuk ke dalam perbuatan ghibah. Dalam ayat Al-Quran, ALLAH SWT berfirman sebagai berikut, ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌูŽุณู‘ูŽุณููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ุชูŽุจู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ุฃูŽูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽูŠู’ุชู‹ุง ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽูˆู‘ูŽุงุจูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ Artinyaโ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.โ€ QS. Al Hujurat 12 Selain ayat Al-Quran diatas, masih banyak dalil ghibah lainnya yang berasal dari hadist hadits Nabi Muhammad SAW. Dengan berdasarkan hadist Nabi SAW, kita bisa tahu apa pengertian ghibah menurut islam, lalu apa saja ghibah yang dibolehkan dan ghibah yang tidak diperbolehkan serta termasuk dosa besar. Dan untuk lebih jelasnya, langsung saja simak berikut ini daftar kumpulan hadits tentang ghibah menggunjing yang shahih lengkap dalam tulisan arab dan terjemahan bahasa Indonesianya. Kumpulan Hadits Tentang Ghibah Lengkap Bahasa Arab dan Artinya Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa ala aalihi wa sallam bersabda ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ุบููŠุจูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐููƒู’ุฑููƒูŽ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ู‚ููŠู„ูŽ ุฃูŽููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุฃูŽุฎููŠ ู…ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุงุบู’ุชูŽุจู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูููŠู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽู‡ูŽุชู‘ูŽู‡ู โ€œTahukah kalian apa itu ghibah?โ€, Mereka menjawab, โ€œAllah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.โ€ Beliau bersabda, โ€œYaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.โ€ Lalu ditanyakan kepada beliau, โ€œLalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?โ€ Maka beliau bersabda, โ€œApabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahinya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya berbuat buhtan.โ€ HR. Muslim. Sunan Abu Dawud tercantum sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalan Aisyah. Beliau berkata ุญูŽุณู’ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุตูŽูููŠู‘ูŽุฉูŽ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูุณูŽุฏู‘ูŽุฏู ุชูŽุนู’ู†ููŠ ู‚ูŽุตููŠุฑูŽุฉู‹ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ู„ูŽูˆู’ ู…ูุฒูุฌูŽุชู’ ุจูู…ูŽุงุกู ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ู„ูŽู…ูŽุฒูŽุฌูŽุชู’ู‡ู โ€œWahai Rasulullah, cukuplah menjadi bukti bagimu kalau ternyata Shafiyah itu memiliki sifat demikian dan demikian.โ€ Salah seorang periwayat hadits menjelaskan maksud ucapan Aisyah bahwa Shafiyah itu orangnya pendek. Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œSungguh engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicelupkan ke dalam lautan maka niscaya akan merubahnya.โ€ Dari shahabat Saโ€™id bin Zaid radhiyallahu anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasallam bersabda ?ุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง ุงู„ุฅูุณู’ุชูุทูŽุงู„ุฉูŽ ูููŠ ุนูุฑู’ุถู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู’ูƒูŽุจูŽุงุฆูุฑู โ€œSesungguhnya termasuk riba yang paling besar dalam riwayat lain termasuk dari sebesar besarnya dosa besar adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.โ€ Abu Dawud no. 4866-4967 ุฅูู†ู‘ูŽ ุฏูู…ูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูƒูŽุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ูููŠ ุดูŽู‡ู’ุฑููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ูููŠ ุจูŽู„ูŽุฏููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง โ€œSesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian, dan juga kehormatan kalian semua itu adalah haram atas kalian sebagaimana kesucian hari kalian ini hari Arafah, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian yang suci ini.โ€ ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฏูู‡ู โ€œSeorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.โ€ Muslim ุญุฏุซู†ุง ุจุดุฑ ุจู† ู…ุญู…ุฏ ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฃุฎุจุฑู†ุง ู…ุนู…ุฑุŒ ุนู† ู‡ู…ู‘ูŽุงู… ุจู† ู…ู†ุจู‡ุŒ ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉุŒ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ุฅูŠุงูƒู… ูˆุงู„ุธู†ุŒ ูุฅู† ุงู„ุธู† ุฃูƒุฐุจ ุงู„ุญุฏูŠุซุŒ ูˆู„ุง ุชุญุณุณูˆุงุŒ ูˆู„ุง ุชุฌุณุณูˆุงุŒ ูˆู„ุง ุชุญุงุณุฏูˆุงุŒ ูˆู„ุง ุชุฏุงุจุฑูˆุงุŒ ูˆู„ุง ุชุจุงุบุถูˆุงุŒ ูˆูƒูˆู†ูˆุง ุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฅุฎูˆุงู†ุงู‹ 4849] Artinya Basyar ibn Ahmad telah bercerita kepada kami dari Abdullah dari Muโ€™ammar dari Hammam ibn Munabbih dari Abi Hurairah ra, dari Nabi Muhammad SAW telah bersabda Takutlah kalian akan berprasangka. Karena berprasangka adalah ucapan bohong besar. Janganlah kalian saling saling iri, saling meneliti kesalahan orang, saling hasud, saling membelakangi, saling bermusuhan. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. HR al-Bukhari ู„ู…ุง ุนูŒุฑุฌ ุจู‰ ู…ุฑุฑุช ุจู‚ูˆู… ู„ู‡ู… ุงุธูุงุฑ ู…ู† ู†ุญุงุณ ูŠุฎู…ุดูˆู† ูˆุฌูˆู‡ู‡ู… ูˆ ุตุฏูˆุฑู‡ู… ูู‚ู„ุช ู…ู† ู‡ุคู„ุงุก ูŠุง ุฌุจุฑูŠู„ุŸ ู‚ุงู„ ู‡ุคู„ุงุก ุงู„ุฐูŠู† ูŠุฃูƒู„ูˆู† ู„ุญูˆู… ุงู„ู†ุงุณ ูˆ ูŠู‚ุนูˆู† ูู‰ ุฃุนุฑุงุถู‡ู…. Artinya Ketika aku dinaikkan ke langit, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka melukai mencakari wajah-wajah mereka dan dada-dada mereka. Maka aku bertanya โ€Siapakah mereka ya Jibril?โ€ Jibril berkata โ€Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan mereka mencela kehormatan-kehormatan manusiaโ€. Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahuโ€™anhu, bahwa beliau Shallallahuโ€™alaihi wasallam bersabda ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูู„ูุณูŽุงู†ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูู’ุถู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู„ุงูŽ ุชูุคู’ุฐููˆุง ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุนูŽูŠู‘ูุฑููˆุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆุง ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู’ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุชูŽุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูŽุนู ุงู„ู„ู‡ู ูŠูŽูู’ุถูŽุญู’ู‡ู ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆ ููŠ ุฌูŽูˆู’ูู ุฑูŽุญู’ู„ูู‡ู Artinyaโ€œWahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalian menjelek-jelekkannya, janganlah kalian mencari-cari aibnya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya.โ€ At Tirmidzi dan lainnya Ada seorang wanita yang menemui Aisyah radhiyallahu anha. Tatkala wanita itu hendak keluar, Aisyah berisyarat pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa wanita tersebut pendek. Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas bersabda, ู‚ูŽุฏู ุงุบู’ุชูŽุจู’ุชููŠู‡ูŽุง โ€œEngkau telah mengghibahnya.โ€ HR. Ahmad 6 136. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim ู…ู† ูƒุงู† ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุขุฎุฑ ูู„ูŠู‚ู„ ุฎูŠุฑุง ุฃูˆ ู„ูŠุตู…ุช โ€œBarang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.โ€ HR. Bukhari dan Muslim ูƒูู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุงุฑู’ุชูŽููŽุนูŽุชู’ ุฑููŠุญู ุฌููŠููŽุฉู ู…ูู†ู’ุชูู†ูŽุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฑู‘ููŠุญู ู‡ูŽุฐูู‡ู ุฑููŠุญู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุบู’ุชูŽุงุจููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ Artinya Kami pernah bersama Nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakan. Kemudian Rasulullah bersabda, Tahukah kamu, bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah menggosip kaum muโ€™minin.Hadits riwayat Ahmad dari Jabir bin Abdullah ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฏู‘ูŽ ุนูุฑู’ุถูŽ ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ุฑูŽุฏู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู Artinya โ€œBarang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti.โ€ At Tirmidzi no. 1931 dan lainnya Di dalam Sunan Tirmidzi terdapat riwayat yang menceritakan hadits dari jalan Ibnu Umar, beliau berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam naik mimbar dan menyeru dengan suara yang lantang โ€œWahai segenap manusia yang masih beriman dengan lisannya namun iman itu belum meresap ke dalam hatinya janganlah kalian menyakiti kaum muslimin. Dan janganlah melecehkan mereka. Dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka. Karena sesungguhnya barang siapa yang sengaja mencari-cari kejelekan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengorek-ngorek kesalahan-kesalahannya. Dan barang siapa yang dikorek-korek kesalahannya oleh Allah maka pasti dihinakan, meskipun dia berada di dalam bilik rumahnya.โ€ Hadits ini tercantum dalam Shahihul Musnad, 1/508 โ€œDemi Allah, salah seorang dari kalian memakan daging bangkai ini hingga memenuhi perutnya lebih baik baginya daripada ia memakan daging saudaranya yang muslimโ€. Bukhari โ€œGhibah itu dosanya lebih berat dari dosa zina. Ditanyakan pada Nabi Bagaimana mungkin? Nabi menjawab Lelaki yang berzina lalu bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Sedangkan pelaku ghibah dosanya tidak akan diterima kecuali ia dimaafkan oleh yang dighibahi.โ€ Tabrani โ€œSiapa yang berkata tentang seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak terjadi tidak dia perbuat, maka Allah SWT akan mengurungnya di dalam lumpur keringat ahli neraka, sehingga dia menarik diri dari ucapannya malakukan sesuatu yang dapat membebaskannyaโ€ HR. Ahmad. Demikianlah artikel kumpulan hadits tentang ghibah lengkap dalam bahasa arab dan artinya. Semoga dalil dalil mengenai larangan ghibah / menggunjing diatas bermanfaat dan menjadikan kita menjauhi segala perbuatan tercela termasuk membicarakan keburukan/kejelekan orang lain. Wallahu a'lam. Hadits Bukhari Nomor 2649 ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ุนูŽู‚ููŠู„ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ุงู„ู’ู…ูุชูŽูˆูŽูƒู‘ูู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฌููŠู‘ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุชูŽูŠู’ุชู ุฌูŽุงุจูุฑูŽ ุจู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑููŠู‘ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู„ูŽู‡ู ุญูŽุฏู‘ูุซู’ู†ููŠ ุจูู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽุงููŽุฑู’ุชู ู…ูŽุนูŽู‡ู ูููŠ ุจูŽุนู’ุถู ุฃูŽุณู’ููŽุงุฑูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุนูŽู‚ููŠู„ู ู„ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑููŠ ุบูŽุฒู’ูˆูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ุนูู…ู’ุฑูŽุฉู‹ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ู’ู†ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุนูŽุฌู‘ูŽู„ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูุนูŽุฌู‘ูู„ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุงุจูุฑูŒ ููŽุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽู…ูŽู„ู ู„ููŠ ุฃูŽุฑู’ู…ูŽูƒูŽ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ู ุดููŠูŽุฉูŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฎูŽู„ู’ูููŠ ููŽุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุง ุฌูŽุงุจูุฑู ุงุณู’ุชูŽู…ู’ุณููƒู’ ููŽุถูŽุฑูŽุจูŽู‡ู ุจูุณูŽูˆู’ุทูู‡ู ุถูŽุฑู’ุจูŽุฉู‹ ููŽูˆูŽุซูŽุจูŽ ุงู„ู’ุจูŽุนููŠุฑู ู…ูŽูƒูŽุงู†ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุชูŽุจููŠุนู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ู†ูŽุนูŽู…ู’ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุฏูู…ู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ูˆูŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ูููŠ ุทูŽูˆูŽุงุฆููู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ููŽุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู‚ูŽู„ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽู„ูŽ ูููŠ ู†ูŽุงุญููŠูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุงุทู ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู„ูŽู‡ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุฌูŽู…ูŽู„ููƒูŽ ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ูŠูุทููŠูู ุจูุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽู„ู ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽู„ู ุฌูŽู…ูŽู„ูู†ูŽุง ููŽุจูŽุนูŽุซูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽูˆูŽุงู‚ู ู…ูู†ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุนู’ุทููˆู‡ูŽุง ุฌูŽุงุจูุฑู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุณู’ุชูŽูˆู’ููŽูŠู’ุชูŽ ุงู„ุซู‘ูŽู…ูŽู†ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ู†ูŽุนูŽู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽู…ูŽู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽู„ู ู„ูŽูƒูŽ Telah bercerita kepada kami [Muslim] telah bercerita kepada kami [Abu 'Aqil] telah bercerita kepada kami [Abu Al Mutawakkil An-Najiy] berkata; Aku menemui [Jabir bin 'Abdullah Al Anshoriy] lalu aku katakan kepadanya "Ceritakanlah kepadaku apa yang kamu dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam". Dia berkata "Aku pernah bepergian bersama Beliau dalam suatu perjalanan safar yang Beliau lakukan". Abu 'Aqil berkata "Aku tidak tahu apakah perjalanan untuk peperangan atau 'umrah"."Setelah kami hampir akan kembali, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Siapa yang ingin bersegera menemui keluarganya silakan". Jabir berkata "Maka kami kembali dimana aku mengendarai untaku yang warnanya merah kehitaman dan sangat lambat. Sementara itu orang-orang ada di belakangku. Ketika dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menghampiriku dan bersabda kepadaku "Wahai Jabir, berhentilah sebentar". Lalu Beliau mecambuk untaku dengan cemeti sekali cambuk, hingga untaku melompat dari posisinya. Kemudian Beliau berkata "Apakah kamu akan menjual unta ini?" Aku jawab "Iya". Setelah kami sampai di Madinah dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki masjid di tengah-tengah kerumunan para sahabat dan akupun masuk mengikuti Beliau dan aku telah mengikat unta di tempat penambatannya maka aku berkata kepada Beliau "Ini unta Tuan". Maka Beliau keluar lalu menuntun unta itu seraya berkata "Unta ini adalah unta kita". Lalu Beliau mengirim beberapa awaq mata uang berupa emas dan berkata "Berikan emas ini kepada Jabir". Kemudian Beliau berkata "Apakah kamu sudah menerima uang penjualannya? Aku katakan 'Ya, sudah". Lalu Beliau berkata "Uang itu dan unta buat kamu". Hadits Muslim Nomor 806 ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ููŠ ุญูŽุฑู’ู…ูŽู„ูŽุฉู ุจู’ู†ู ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุงุจู’ู†ู ูˆูŽู‡ู’ุจู ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ููŠ ุนูŽู…ู’ุฑูŒูˆ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุจูŽุง ุงู„ุฒู‘ูุจูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽูƒู‘ููŠู‘ูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุฃูŽู‰ ุฌูŽุงุจูุฑูŽ ุจู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ูููŠ ุซูŽูˆู’ุจู ู…ูุชูŽูˆูŽุดู‘ูุญู‹ุง ุจูู‡ู ูˆูŽุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุซููŠูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุงุจูุฑูŒ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุฃูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู ุฐูŽู„ููƒูŽ Telah menceritakan kepadaku [Harmalah bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Amru] bahwa [Abu az-Zubair al-Makki] telah menceritakan kepadanya bahwasanya dia melihat [Jabir bin Abdullah] shalat dengan mengenakan satu kain dengan cara dibalutkan, dan di sampingnya ada bajunya." Jabir berkata, "Dia melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melakukan hal tersebut." Berikut ini kami tampilkan hadits-hadits yang secara khusus menerangkan waktu-waktu shalat secara detail. 1. Hadits Abu Barzah ra. Shahih ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ุจูŽุฑู’ุฒูŽุฉูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูุตูŽู„ู‘ูู‰ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ูˆูŽุฃูŽุญูŽุฏูู†ูŽุง ูŠูŽุนู’ุฑููู ุฌูŽู„ููŠุณูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูุชู‘ููŠู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุงุฆูŽุฉู ุŒ ูˆูŽูŠูุตูŽู„ู‘ูู‰ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฒูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ูˆูŽุฃูŽุญูŽุฏูู†ูŽุง ูŠูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู‚ู’ุตูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุญูŽูŠู‘ูŽุฉูŒ ุŒ ูˆูŽู†ูŽุณููŠุชู ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุจูŽุงู„ูู‰ ุจูุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู โ€“ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€“ ุฅูู„ูŽู‰ ุดูŽุทู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู . ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ Dari Abu Barzah โ€œAdalah Nabi Muhammad saw. shalat Shubuh sementara masing-masing kami sudah saling mengenali orang yang di sampingnya. Dalam shalat itu beliau membaca antara enam puluh hingga seratus ayat. Lalu beliau shalat Dhuhur sementara matahari telah tergelincir. Kemudian beliau shalat Ashar, yang bila salah seorang di antara kami pergi ke pinggir kota Madinah dan kembali lagi, matahari masih terang. Tapi aku lupa apa yang dikatakannya tentang shalat Maghrib. Dan beliau tidak begitu memperhatikan waktu untuk shalat Isyaโ€™ hingga sepertiga malamโ€ฆ Atau tengah malam hingga sepertiga malam.โ€ HR. Bukhari 2. Hadits Abu Musa ra. Shahih Teks hadits ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู…ููˆุณูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุณูŽุงุฆูู„ูŒ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู‡ู ุนูŽู†ู’ ู…ูŽูˆูŽุงู‚ููŠุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูุฏู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ุงู†ู’ุดูŽู‚ู‘ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ุŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒูŽุงุฏู ูŠูŽุนู’ุฑููู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุจูุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑู ุญููŠู†ูŽ ุฒูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู„ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุฏู ุงู†ู’ุชูŽุตูŽููŽ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุจูุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ู…ูุฑู’ุชูŽููุนูŽุฉูŒ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ุญููŠู†ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุญููŠู†ูŽ ุบูŽุงุจูŽ ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฏู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุงู†ู’ุตูŽุฑูŽููŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู„ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุฏู’ ุทูŽู„ูŽุนูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุฃูŽูˆู’ ูƒูŽุงุฏูŽุชู’ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุฑููŠุจู‹ุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ุจูุงู„ุฃูŽู…ู’ุณู . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุงู†ู’ุตูŽุฑูŽููŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู„ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุฏู ุงุญู’ู…ูŽุฑู‘ูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุณูู‚ููˆุทู ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูƒูŽุงู†ูŽ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ููŽุฏูŽุนูŽุง ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู . ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… Terjemah Dari Abu Musa, dari Rasulullah saw. โ€œSuatu hari seseorang bertanya kepada Rasulullah saw. tentang waktu-waktu shalat. Beliau tidak menjawab sama sekali. Abu Musa melanjutkan โ€œLalu beliau memerintahkan Bilal, dan mendirikan shalat Shubuh ketika fajar telah terbit, sementara orang-orang tidak bisa mengenali satu sama lain. Kemudian beliau memerintahkan Bilal, dan mendirikan shalat Dhuhur ketika matahari telah tergelincir. Orang menyebutnya Telah tiba tengah hari.โ€™ Lalu beliau memerintahkan Bilal, dan mendirikan shalat Ashar ketika matahari telah tergelincir. Lalu beliau memerintahkan Bilal, dan mendirikan shalat Maghrib ketika matahari telah tenggelam. Kemudian beliau memerintahkan Bilal, dan mendirikan shalat Isyaโ€™ ketika mega merah sudah hilang. โ€œKemudian beliau mengakhirkan shalat Shubuh keesokan harinya hingga waktu Shubuh habis. Orang menyebutnya Hingga terbit matahari, atau hampir saja terbit. Lalu beliau mengakhirkan shalat Dhuhur hingga mendekati waktu Ashar yang kemarin. Kemudian beliau mengakhirkan shalat Ashar hingga waktu Ashar habis. Orang menyebutnya Hingga matahari nampak merah.โ€™ Kemudian beliau mengakhirkan shalat Maghrib hingga hilangnya mega merah. Lalu beliau mengakhirkan shalat Isyaโ€™ hingga sepertiga malam yang pertama. Kemudian datanglah waktu Shubuh. Lalu beliau memanggil orang yang bertanya tadi dan bersabda Waktu shalat itu di antara dua waktu tersebut.โ€™โ€ HR. Muslim 3. Hadits Buraidah ra. Shahih Teks Hadits ุนูŽู†ู’ ุจูุฑูŽูŠู’ุฏูŽุฉูŽ ุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ู ู…ูŽุนูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู . ูŠูŽุนู’ู†ูู‰ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฒูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูู„ุงูŽู„ุงู‹ ููŽุฃูŽุฐู‘ูŽู†ูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ู…ูุฑู’ุชูŽููุนูŽุฉูŒ ุจูŽูŠู’ุถูŽุงุกู ู†ูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉูŒ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ุญููŠู†ูŽ ุบูŽุงุจูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุญููŠู†ูŽ ุบูŽุงุจูŽ ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู . ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ุทูŽู„ูŽุนูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ูู‰ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ููŽุฃูŽุจู’ุฑูŽุฏูŽ ุจูุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑู ุŒ ููŽุฃูŽุจู’ุฑูŽุฏูŽ ุจูู‡ูŽุง ููŽุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุจู’ุฑูุฏูŽ ุจูู‡ูŽุง . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ู…ูุฑู’ุชูŽููุนูŽุฉูŒ ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽู‡ูŽุง ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูƒูŽุงู†ูŽ . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุบููŠุจูŽ ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽุง ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑูŽ ููŽุฃูŽุณู’ููŽุฑูŽ ุจูู‡ูŽุง . ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ู ุนูŽู†ู’ ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฃูŽู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู . ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู‚ู’ุชู ุตูŽู„ุงูŽุชููƒูู…ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ . ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… Terjemah Dari Buraidah, dari Nabi Muhammad saw. Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada beliau tentang waktu shalat. Beliau bersabda, โ€œShalatlah bersama kami selama dua hari ini.โ€ Ketika matahari telah tergelincir, beliau memerintahkan kepada Bilal untuk adzan, dan Bilal pun adzan. Setelah itu beliau memerintahkan kepada Bilal untuk iqamah, dan Bilal pun beriqamah untuk shalat Dhuhur. Setelah itu beliau memerintahkan kepada Bilal seperti sebelumnya, dan Bilal pun beriqamah untuk shalat Ashar ketika matahari telah tinggi hingga nampak putih bersih. Selanjutnya beliau memerintahkan Bilal seperti sebelumnya, dan Bilal pun beriqamah untuk shalat Maghrib ketika matahari telah tenggelam. Kemudian beliau memerintahkan Bilal seperti sebelumnya, dan Bilal pun beriqamah untuk shalat Isyaโ€™ ketika mega merah telah hilang. Setelah itu beliau memerintahkan kepada seperti sebelumnya, dan Bilal pun beriqamah ketika fajar telah terbit. Pada hari kedua, beliau memerintahkan kepada Bilal untuk menunggu udara agak dingin, hingga ketika udara sudah dingin, beliau shalat Dhuhur. Lalu beliau shalat Ashar ketika matahari sudah lebih tinggi daripada hari sebelumnya. Lalu beliau shalat Maghrib sebelum hilangnya mega merah. Kemudian beliau shalat Isyaโ€™ setelah berlalunya seperti malam. Lalu beliau shalat Shubuh hingga suasana terang. Kemudian beliau bersabda, โ€œManakah orang yang kemarin bertanya tentang waktu shalat?โ€ Orang itu berkata, โ€œSaya, wahai Rasulullah.โ€ Beliau bersabda, โ€œWaktu shalat kalian adalah antara waktu-waktu yang telah kalian lihat.โ€ HR. Muslim 4. Hadits Jabir ra. Yang Pertama Shahih ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูุตูŽู„ู‘ูู‰ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ุจูุงู„ู’ู‡ูŽุงุฌูุฑูŽุฉู ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ู†ูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉูŒ ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุฌูŽุจูŽุชู’ ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู†ู‹ุง ุŒ ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุขู‡ูู…ู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนููˆุง ุนูŽุฌู‘ูŽู„ูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุขู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจู’ุทูŽูˆู’ุง ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุŒ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ูƒูŽุงู†ููˆุง โ€“ ุฃูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠู‡ูŽุง ุจูุบูŽู„ูŽุณู . ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ Dari Jabir bin Abdillah. Ia berkata โ€œAdalah Rasulullah saw. shalat Dhuhur setelah matahari tergelincir ke barat, shalat Ashar ketika matahari masih bersih, shalat Maghrib ketika matahari sudah tenggelam, shalat Isyaโ€™ kadang-kadang demikian dan kadang-kadang demikian. Bila melihat jamaah sudah berkumpul, beliau menyegerakan. Bila melihat jamaah lambat, beliau mengakhirkan. Lalu beliau shalat Shubuh ketika hari masih gelap.โ€ HR. Bukhari 5. Hadits Jabir ra. Yang Kedua Shahih Teks Hadits ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุงุกูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุญููŠู†ูŽ ุฒูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู . ุซูู…ู‘ูŽ ู…ูŽูƒูŽุซูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽู‰ู’ุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ู„ูู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ . ุซูู…ู‘ูŽ ู…ูŽูƒูŽุซูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุงุจูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ููŽุตูŽู„ุงู‘ูŽู‡ูŽุง ุญููŠู†ูŽ ุบูŽุงุจูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุณูŽูˆูŽุงุกู‹ . ุซูู…ู‘ูŽ ู…ูŽูƒูŽุซูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ููŽุตูŽู„ุงู‘ูŽู‡ูŽุง . ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุญููŠู†ูŽ ุณูŽุทูŽุนูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ููู‰ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ููŽุตูŽู„ู‘ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฏู ุญููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽู‰ู’ุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ููŽุตูŽู„ู‘ู ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุญููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽู‰ู’ุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู…ูุซู’ู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ููŽุตูŽู„ู‘ู ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ู„ูู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ุญููŠู†ูŽ ุบูŽุงุจูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ูˆูŽู‚ู’ุชู‹ุง ูˆูŽุงุญูุฏู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูู„ู’ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ู„ูู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุญููŠู†ูŽ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ . ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ู„ูู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุญููŠู†ูŽ ุฃูŽุณู’ููŽุฑูŽ ุฌูุฏู‘ู‹ุง ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู…ู’ ููŽุตูŽู„ู‘ู ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽู‚ู’ุชูŒ ูƒูู„ู‘ูู‡ู . ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ Terjemah Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata โ€œJibril as. datang kepada Nabi Muhammad saw. ketika matahari telah tergelincir Lalu berkata, Bersiaplah, Muhammad. Shalatlah Dhuhur ketika matahari telah tergelincir.โ€™ Kemudian Jibril menunggu, hingga ketika bayang-bayang orang sudah sama panjang dengannya, Jibril as. kembali datang kepada Nabi Muhammad saw. untuk waktu Ashar dan berkata, Bersiaplah Muhammad. Shalatlah Ashar.โ€™ Kemudian Jibril menunggu, hingga ketika matahari telah terbenam, Jibril kembali datang kepada Nabi Muhammad saw. dan berkata, Bersiaplah, dan shalatlah Maghrib.โ€™ Nabi Muhammad pun bersiap dan shalat Maghrib ketika matahari telah benar-benar tenggelam. Lalu Jibril menunggu, hingga ketika mega merah sudah habis, ia datang kepada Nabi Muhammad lagi dan berkata, Bersiaplah, dan shalatlah Isyaโ€™.โ€™ Nabi Muhammad pun bersiap dan shalat Isyaโ€™. Kemudian Jibril datang kepada Nabi Muhammad lagi ketika fajar terbit di pagi hari. Jibril berkata, Bersiaplah, Muhammad. Shalatlah.โ€™ Nabi Muhammad pun bersiap dan shalat Shubuh. โ€œKemudian Jibril datang lagi kepada Nabi Muhammad saw. esok harinya Ketika bayang-bayang orang sepanjang tubuhnya, lalu berkata, Bersiaplah, Muhammad. Shalatlah.โ€™ Nabi Muhammad pun shalat Dhuhur. Kemudian Jibril datang kepada Nabi Muhammad saw. ketika bayang-bayang orang dua kali panjang tubuhnya, lalu berkata, Bersiaplah, Muhammad. Shalatlah.โ€™ Nabi Muhammad pun shalat Ashar. Kemudian Jibril datang kepada Nabi Muhammad lagi untuk shalat Maghrib ketika matahari baru saja tenggelam. Lalu berkata, Bersiaplah, Muhammad. Shalatlah.โ€™ Nabi Muhammad saw. pun shalat Maghrib. Lalu Jibril datang kepada Nabi Muhammad saw. untuk shalat Isyaโ€™ ketika telah berlalu waktu sepertiga malam yang pertama, lalu berkata, Bersiaplah, lalu shalatlah.โ€™ Nabi Muhmmad saw. pun shalat Isyaโ€™. Kemudian Jibril datang kepada Nabi Muhammad saw. untuk shalat Shubuh ketika suasana sudah amat terang, lalu Jibril berkata, Bersiaplah, lalu shalatlah.โ€™ Nabi Muhammad saw. pun shalat Shubuh. Lalu Jibril berkata, โ€œDi antara kedua waktu itu merupakan waktu shalat.โ€ HR. Nasaโ€™i 6. Hadits Ibnu Abbas Hasan ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽู…ู‘ูŽู†ูู‰ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ุฒูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‚ูŽุฏู’ุฑูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑูŽุงูƒู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุธูู„ู‘ูู‡ู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ โ€“ ูŠูŽุนู’ู†ูู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ โ€“ ุญููŠู†ูŽ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุญููŠู†ูŽ ุบูŽุงุจูŽ ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ุญูŽุฑูู…ูŽ ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุฑูŽุงุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฏู ุŒ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุธูู„ู‘ูู‡ู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุธูู„ู‘ูู‡ู ู…ูุซู’ู„ูŽูŠู’ู‡ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ุญููŠู†ูŽ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‰ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑูŽ ููŽุฃูŽุณู’ููŽุฑูŽ . ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุชูŽููŽุชูŽ ุฅูู„ูŽู‰ู‘ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุŒ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชูŽูŠู’ู†ู . ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ Dari Ibnu Abbas, ia berkata โ€œRasulullah saw. bersabda, Jibril mengimamiku shalat di depan pintu Kaโ€™bah dua kali. Dia shalat Dhuhur bersamaku ketika matahari telah tergelincir sepanjang tali sandal. Lalu dia shalat Ashar bersamaku ketika bayang-bayang benda sepanjang benda tersebut. Kemudian dia shalat Maghrib ketika orang puasa berbuka puasa. Lalu dia shalat Isyaโ€™ bersamaku ketika mega merah telah hilang. Lalu dia shalat Shubuh bersamaku ketika makanan dan minuman diharamkan untuk orang yang berpuasa. Pada keesokan harinya, dia shalat Dhuhur bersamaku ketika bayang-bayang benda sama panjang dengan benda tersebut. Lalu dia shalat Ashar bersamaku ketika bayang-bayang benda dua kali panjang daripada benda tersebut. Kemudian dia shalat Maghrib bersamaku ketika orang yang berpuasa berbuka puasa. Lalu dia shalat Isyaโ€™ bersamaku pada sepertiga malam. Lalu dia shalat Shubuh bersamaku ketika suasana telah terang. Kemudian dia berpaling kepadaku dan berkata Wahai Muhammad, ini merupakan waktu para nabi sebelummu. Dan waktu tersebut adalah antara dua waktu itu.โ€™โ€ HR. Abu Dawud 7. Hadits Abu Hurairah Hasan ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‡ูŽุฐูŽุง ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุฌูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ููƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ุญููŠู†ูŽ ุทูŽู„ูŽุนูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู . ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ุฒูŽุงุบูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู . ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ุฑูŽุฃูŽู‰ ุงู„ุธู‘ูู„ู‘ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู . ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ุญููŠู†ูŽ ุบูŽุฑูŽุจูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ูˆูŽุญูŽู„ู‘ูŽ ููุทู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู . ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุญููŠู†ูŽ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุดูŽููŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุงู„ู’ุบูŽุฏูŽ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‡ู ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ุญููŠู†ูŽ ุฃูŽุณู’ููŽุฑูŽ ู‚ูŽู„ููŠู„ุงู‹ . ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู‡ู ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูู„ู‘ู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู . ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูู„ู‘ู ู…ูุซู’ู„ูŽูŠู’ู‡ู . ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ุจููˆูŽู‚ู’ุชู ูˆูŽุงุญูุฏู ุญููŠู†ูŽ ุบูŽุฑูŽุจูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ูˆูŽุญูŽู„ู‘ูŽ ููุทู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู . ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ุญููŠู†ูŽ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุณูŽุงุนูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู . ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุชููƒูŽ ุฃูŽู…ู’ุณู ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุชููƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ . ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ . Dari Abu Hurairah, ia berkata โ€œRasulullah saw. bersabda, Ini Jibril as. Dia datang untuk mengajari kalian tentang agama kalian.โ€™ โ€œLalu Jibril shalat Shubuh ketika fajar telah terbit. Lalu Jibril shalat Dhuhur ketika matahari telah tergelincir. Kemudian Jibril shalat Ashar ketika melihat bayang-bayang sama panjang dengan bendanya. Kemudian Jibril shalat Maghrib ketika matahari telah terbenam dan diperbolehkan berbuka puasa. Lalu Jibril shalat Isyaโ€™ ketika mega merah di malam hari sudah habis. Kemudian Jibril datang lagi kepada Nabi Muhammad saw. keesokan harinya. Lalu Jibril shalat Shubuh bersama Nabi Muhammad saw. ketika suasana sedikit terang. Kemudian Jibril shalat Dhuhur bersama Nabi Muhammad saw. ketika bayang-bayang sama panjang dengan bendanya. Kemudian Jibril shalat Ashar ketika bayang-bayang dua kali panjang bendanya. Kemudian Jibril shalat Maghrib tepat ketika matahari sudah tenggelam dan diperbolehkan berbuka puasa. Lalu Jibril shalat Isyaโ€™ ketika waktu malam telah berlalu beberapa waktu. Kemudian Jibril berkata, Waktu shalat yaitu antara waktu shalatmu yang kemarin dan waktu shalatmu hari ini.โ€™โ€ HR. Nasaโ€™i 8. Hadits Abdullah bin Amr bin Ash Shahih ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู†ูŽุจูู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‚ู’ุชูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุทู’ู„ูุนูŽ ู‚ูŽุฑู’ู†ู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‚ู’ุชูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุถูุฑูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ููŽุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‚ู’ุชูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุตู’ููŽุฑู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ููŽุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‚ู’ุชูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ู‚ูุทูŽ ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู ููŽุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‚ู’ุชูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูุตู’ูู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู Dari Abdullah bin Amr bin Ash Bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, โ€œBila kalian melaksanakan shalat Shubuh, maka waktunya hingga mulai terbitnya ujung matahari. Kemudian bila kalian melaksanakan shalat Dhuhur, maka waktunya hingga datang shalat Ashar. Lalu bila kalian melaksanakan shalat Ashar, maka waktunya hingga matahari menjadi nampak kuning. Lalu bila kalian melaksanakan shalat Maghrib, maka waktunya hingga mega merah hilang. Kemudian bila kalian melaksanakan shalat Isyaโ€™, maka waktunya hingga tengah malam.โ€ HR. Muslim 9. Hadits Abu Qatadah Shahih ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽู…ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ููู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ู ุชูŽูู’ุฑููŠุทูŒ ุŒ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุชู‘ูŽูู’ุฑููŠุทู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฌูู‰ุกูŽ ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ููŽุนูŽู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูุตูŽู„ู‘ูู‡ูŽุง ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุจูู‡ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฏู ููŽู„ู’ูŠูุตูŽู„ู‘ูู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง . ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… Dari Abu Qatadah, ia berkata โ€œRasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya tertidur itu bukan termasuk menyia-nyiakan shalat. Disebut menyia-nyiakan shalat itu bagi orang yang menunda-nunda waktu shalat hingga datang waktu shalat berikutnya. Barangsiapa melakukannya, hendaknya dia bersegera shalat ketika sadar. Adapun besok harinya, hendaknya ia tetap shalat pada waktunya yang asal.'โ€ HR. Muslim ______________ Sumber Buku Rahasia 7 Waktu Shalat, Ahda Bina A., Lc.,

kumpulan hadits jabir bin abdullah